Pengertian Umum Sustainable
Development (Pembangunan Berkelanjutan)
Sustainable Architecture, yaitu arsitektur
yangmemberikan dampak yang baik bagi lingkungan sekitar juga. Sustainable
Architecture adalah sebuah konsep terapan dalam bidang arsitektur untuk
mendukung konsep berkelanjutan, yaitu konsep mempertahankan sumber daya alam
agar bertahan lebih lama, yang dikaitkan dengan umur potensi vital sumber daya
alam dan lingkungan ekologis manusia, seperti sistem iklim, sistem pertanian,
industri, dan kehutanan.
Pada dasarnya konsep ini merupakan strategi pembangunan yang memberikan
batasan pada laju pemanfaatan ekosistem alamiah dan sumberdaya yang ada
didalamnya. Dengan kata lain, pembangunan berkelanjutan adalah semacam
strategi dalam pemanfaatan ekosistem alamiah dengan cara tertentu sehingga
kapasitas fungsionalnya tidak rusak untuk memberikan manfaat bagi kehidupan
umat manusia.
REBOISASI
HUTAN
Penjelasan
tentang reboisasi
Reboisasi (bahasa Inggris: reforestation) adalah penanaman kembali hutan yang telah ditebang (tandus, gundul). Reboisasi berguna untuk
meningkatkan kualitas kehidupan manusia dengan menyerap polusi dan debu dari udara, membangun
kembali habitat dan ekosistem alam, mencegah pemanasan global. Tujuan dari reboisasi ini yaitu untuk
meningkatkan kualitas hidup makhluk hidup khususnya manusia melalui kualitas
peningkatan sumber daya alam. Dengan kembalinya fungsi hutan maka dapat menghindarkan
lingkungan hidup dari polusi udara, kembalinya ekosistem dan dengan reboisasi
dapat menanggulangi global warming.
Reboisasi hanya dilakukan di hutan
atau lahan yang kosong atau gundul, tentunya hutan yang dimaksud adalah hutan
yang telah ditentukan oleh peraturan. Dengan demikian, membuat hutan yang baru
pada area bekas tebang habis, bekas tebang pilih, lahan gundul ataupun pada
lahan kosong lainnya yang terdapat di dalam kawasan hutan itu termasuk kedalam
reboisasi.Reboisasi sangat erat hubungannya dengan kata penghijauan,
dengan menggalakkan penghijauan maka lingkungan sekitar tempat tinggal akan
terasa lebih sejuk, ketersediaan air tanah akan terjamin dan dapat
meningkatnya kesuburan tanah.
Manfaat
Reboisasi
Dengan
melakukan reboisasi kita dapat memperoleh banyak manfaat, diantaranya seperti
di bawah ini :
·
Manfaat orologis. Akar pohon dengan tanah
merupakan satu kesatuan yang kuat sehingga mampu mencegah erosi.
·
Manfaat hidrologis. Tanaman-tanaman pada
dasarnya akan menyerap air hujan, sehingga suatu daerah yang ditumbuhi banyak
tanaman mempunyai persediaan air yang mencukupi.
·
Manfaat klimatologis. Dengan banyaknya pohon
akan menurunkan suhu setempat, sehingga udara di sekitarnya menjadi sejuk,
segar dan nyaman.
·
Manfaat edaphis. Ini adalah manfaat dalam
kaitan dengan tempat hidup binatang. Di lingkungan yang penuh dengan
pohon-pohon, secara alami satwa dapat hidup dengan tenang karena lingkungan
demikian memang sangat mendukung.
·
Manfaat protektif. Pohon dapat memberikan
perlindungan, misalnya terhadap teriknya sinar matahari, angin kencang, penahan
debu serta peredam suara, khususnya pencemaran udara akibat dari polusi asap
kendaraan bermotor dan industri harus menjadi perhatian yang serius saat ini,
dengan meningkatnya pengguna kendaraan bermotor dan kegiatan industri seperti
pabrik-pabrik dan pertambangan telah banyak mengganggu ekosistem hidup, oleh
sebab itu kita harus melakukan kegiatan reboisasi atau lebih dikenal dengan
kegiatan Go
Green. Dengan melakukan reboisasi kita dapat mencegah ataupun
menanggulangi global warming.
·
Manfaat higienis. Sudah menjadi sifat pohon
pada siang hari menghasilkan oksigen (O2) yang sangat diperlukan
manusia, dan sebaliknya dapat menyerap karbon dioksida (CO2). Jadi
secara higienis, pohon sangat berguna untuk kehidupan manusia.
Berikut ini adalah beberapa langkah
dalam mewujudkan upaya reboisasi :
1. Persiapan,
meliputi penentuan lokasi sasaran reboisasi, penyiapan organisasi pelaksana,
penyusunan tata waktu kegiatan dan pembagian kerja, membersihkan area reboisasi
dari konflik agar penanaman dapat berjalan lancar melalui sosialisasi rencana
penanaman, menyiapkan bahan dan alat pengukuran (GPS/alat ukur theodolit,
kompas, altimeter dan lain-lain) serta menentukan pola tanam.
2. Membuat
lubang untuk tanaman sesuai pola tanam dan menyiapkan pupuk dasar.
3. Bibit
tanaman harus dalam keadaan sehat dan memenuhi standar dan terlebih dahulu
ditanam di tempat penampung sementara. Tanaman yang dapat digunakan untuk
reboisasi antara lain : Jati (Tectona grandis),Jelutung (Dyera
costulata), Jabon (Anthocepalus cadamba), Sungkai (Peronema
cannescens), Meranti (Shore sp), Kemiri (Aleurites molucua), Tusam/Pinus
(Pinus merkusii), Balsa (Ochroma sp)
4. Bibit
tanaman dilepas dari tempat penampung sementara kemudian dipindahkan ke lubang
yang telah dibuat serta diberi pupuk.
5. Melaksanakan pemeliharaan tanaman yang intensif untuk
membersihkan area tanaman dari bahan yang mudah terbakar.
6. Melaksanakan pengawasan secara periodik untuk mendeteksi
bahaya kebakaran secara dini agar dapat diambil tindakan yang tepat.
7. Meningkatan partisipasi masyarakat dalam pengamanan hutan
antara lain melalui kegiatan penerangan dan penyuluhan.



Komentar
Posting Komentar