Langsung ke konten utama

Alam Buatan

WADUK SIGURA GURA, SUMATERA UTARA

            Berawal dari rencana pemerintahan Hindia Belanda yang ingin memanfaatkan potensi danau Toba sebagai pembangkit listrik yang mengalami kegagalan akibat gejolak perlawanan yang terjadi di Indonesia, yang selanjutnya pada saat kedatangan pemerintah Jepang ke Indonesia, data-data yang ditinggalakan pemerintah Belanda diambil alih dan seterusnya dilanjutkan pembangunannya oleh Jepang.
            Waduk Sigura-Gura atau disebut Bendungan Sigura-Gura adalah bendungan yang terletak 23,3 km dari hulu Sungai Asahan (Danau Toba), atau 8,8 km dari Bendungan Siruar atau 1 km di hilir Air Terjun Sigura-Gura. Bendungan ini merupakan bendungan terbesar di Indonesia setelah Bendungan Sutami. Bendungan ini berfungsi untuk menjamin ketersediaan volume air dan besarnya energi air yang diperlukan bagi pembangkit tenaga listrik di PLTA Sigura-Gura. Mulai dibangun pada bulan Mei 1978 dan selesai bulan Desember 1981, Bendungan Sigura-Gura berjenis struktur Beton Gravity dengan tinggi bendungan 46 meter dari dasar Sungai Asahan, dengan volume 6.140.000 m3. Bendungan ini digunakan sebagai pembangkit tenaga listrik untuk Pabrik Aluminium (INALUM).




           
            Selain sebagai penyuplai tenaga listrik ke pabrik alumunium, PLTD Sigura-gura juga menyuplai tenaga listrik ke masyarakat. Listrik yang dibangkitkan di Stasiun Pembangkit Listrik Siguragura selanjutnya dialirkan ke Kuala Tanjung. Sebelum dialirkan ke Kuala Tanjung, arus listrik diatur di Rumah Pengendali. Pengendalian ini dilaksanakan dengan bantuan komputer di rumah pengendali PLTA Sigura-Gura, dengan sistem kendali jarak jauh. Rumah pengendali dipersiapkan untuk mengendalikan pengoperasian semua PLTA yang akan dibangun di sepanjang Sungai Asahan.
           
             Dari beberapa air terjun yang mengelilingi Danau Bendungan Sigura-Gura tersebut. Bendungan Sigura-Gura juga memiliki danau yang sangat indah dan masih sepi dari wisatawan. Dari beberapa air terjun yang mengelilingi Danau Bendungan Sigura-Gura tersebut, hanya satu air terjun yang bisa dikunjungi dan dibuka untuk umum, yaitu Air Terjun Simanimbo.


            Air Terjun Simanimbo sendiri cukup cantik dan airnya sangat segar. Air terjun ini memiliki empat tingkat dan pada tingkat yang pertama air terjunnya terbagi menjadi dua aliran sehinga terlihat seperti air terjun kembar.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SMART CITY

SMART CITY Bagaimana sih Caranya Membuat Kota Saya Menjadi Smart City? Banyak orang jika ditanyakan seperti ini, akan mulai bercerita tentang enam indikator kota cerdas: smart mobility, smart economy, smart people, smart environment, smart living dan smart governance (kadang disebut juga smart government , walaupun dua hal ini berbeda). Misalkan, implementasi program smart city dengan cara: pembuatan command center pembelian CCTV pembuatan aplikasi ini itu, atau mengejar jumlah aplikasi, dan lainnya. Tiga hal ini adalah yang biasanya dilakukan mengatasnamakan program smart city . Sayangnya, tidak semua kota atau daerah memiliki alasan yang tepat dan rencana yang berkesinambungan terhadap teknologi yang mau dibeli. Penerapan Smart City di Indonesia Kota diprediksi akan menjadi kawasan hunian bagisebagian besar penduduk Indonesia di masa mendatang.Seiring kota yang semakin lama akan semakinmembesar maka permasalahan yang dihadapi kota jugaa...