Langsung ke konten utama

SMART CITY

SMART CITY



Bagaimana sih Caranya Membuat Kota Saya Menjadi Smart City?
Banyak orang jika ditanyakan seperti ini, akan mulai bercerita tentang enam indikator kota cerdas: smart mobility, smart economy, smart people, smart environment, smart living dan smart governance (kadang disebut juga smart government, walaupun dua hal ini berbeda). Misalkan, implementasi program smart city dengan cara:
  • pembuatan command center
  • pembelian CCTV
  • pembuatan aplikasi ini itu, atau mengejar jumlah aplikasi, dan lainnya.
Tiga hal ini adalah yang biasanya dilakukan mengatasnamakan program smart city. Sayangnya, tidak semua kota atau daerah memiliki alasan yang tepat dan rencana yang berkesinambungan terhadap teknologi yang mau dibeli.

Penerapan Smart City di Indonesia
Kota diprediksi akan menjadi kawasan hunian bagisebagian besar penduduk Indonesia di masa mendatang.Seiring kota yang semakin lama akan semakinmembesar maka permasalahan yang dihadapi kota jugaakan menjadi semakin kompleks.Permasalahan kota di Indonesia akan semakinkompleks, sedangkan sumber daya dan energi akansemakin terbatas. Sekarang kita perlu mencari solusiagar pembangunan kota bisa tetap berkelanjutan. Olehkarena itu, dibutuhkan implementasi. Beberapa contoh penerapan konsep Smart City di Indonesia:
  • ·       E-government
  • ·       E-budgeting
  • ·       Jakarta Smart City
  • ·       Command Center di Bandung
  • ·       E-village di Banyuwangi
  • ·       Portal Pengadaan Nasional oleh INAPROC
  • ·       Layanan Paspor Online oleh Dirjen Imigrasi RI
  • ·      Situs LAPOR oleh UKP-PPP (salah satu Unit Kerja Presiden)
Sebagai solusi yang cergas. Kota cerdas di berbagai negara seperti, Korea Selatan, Singapura, dan Belanda. Copenhagen(Denmark), merupakan salah satu kota cerdas di dunia yang fokus di bidang lingkungan. Membandingkan dengan kota Seoul (Korea Selatan), kota cerdas di Seoul mengutamakan pemanfaatan teknologi informasi yangdigunakan untuk pelayanan publik.
Di Indonesia Perjalanan menuju konsep smart city ini juga sudah mulai berjalan pelan-pelan. Dukungan aplikasi yang terus berkembang serta terciptanya ekosistem kreatif di bidang teknologi, merupakan langkah awal yang baik menuju kota pintar. Suhono Harso Supangkat mengungkapkan bahwa smartcity akan membuat kemacetan bisa perlahan teruraikan. Misalnya ketika kendaraan dalam keadaan merayap, ada sensor di lampu lintas yang nantinya akan memindai keadaan hingga membuat lampu hijau menyala lebihlama untuk jalur yang merayap. Kondisi lain semisal ada daerah kotor, maka sensor membacanya kemudian hadirlah alat pembersih yang membersihkan daerahkotor tersebut. Dalam hal ini, sensor akan mendapatkan peran vital untuk menunjang sebuah konsep smart city
Internet of Things (IoT)  sebagai Pendukung Smart City
IoT (Internet of Things) merupakan sebuah perubahan dalam Teknologi karena semua benda akan dapat terhubung dengan internet. IoT begitu besar, dari benda di sekitar kita hingga di lingkup kelembagaan, artinya semua obyek dapat menjadi bagian dari IoT.
Semua benda yang terikat sensor kemudian melalui jaringan internet akan dapat terhubung dengan user interface seperti mobile applications ataupun web, jadi masing-masing benda akan memiliki alamat IP sendiri. Contoh sebuah sepeda pintar (smart bicycle) yang ditanamkan beragam sensor dan GPS yang terhubung dengan ponsel pengguna, sepeda tersebut dapat merekam rute perjalanan dan juga mendeteksi kendaraan lain disekitar untuk meminimalkan kecelakaan.
Beberapa penerapan benda “Smart” yang berbasis IoT antara lain:
  • Smart TV
  • Smart Refrigerator   
  • Smart AC
  • Smart Watch
  • Smart Car
  • Smart Home
  • Smart City
IoT menjadi pendukung utama Smart City. Dengan IoT lah maka Smart City dapat tercipta. Tentunya untuk mewujudkan sebuah kota pintar membutuhkan sebuah infrastruktur teknologi informasi yang memadai. Pondasi yang harus dibangun seperti jaringan internet cepat, teknologi cloud computing yang memadai, pengaturan tingkat kecerdasan buatan dan juga tentang sistem keamanannya. Smart City membutuhkan sebuah arsitektur jaringan yang luas serta kompleks, dan itu menjadi tantangan besar untuk mewujudkan kota pintar di Indonesia. IoT merupakan salah satu alat teknologi yang dapat digunakan untuk pengembangan aplikasi Smart City. Ada beberapa contoh penggunaan teknologi IoT pada Smart City:
  • Pada aplikasi Informasi Banjir Online, selain mengandalkan laporan warga, sensor-sensor banjir yang dapat mengukur ketinggian air secara real-time disebarkan ke seluruh wilayah kota sehingga informasi dapat diinformasikan ke Command Center secara cepat dan selanjutnya langsung tertangani oleh Dinas terkait..
  • Sistem yang tak kalah menariknya adalah sistem Smart Parking. Pada sistem ini, sensor parkir ditaruh di tempat parkir umum. Pemakaian sistem Smart Parking ini dapat membantu pemerintah kota memantau dan mengendalikan pendapatan daerah dari parkir. Keuntungan yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat berupa pemeriksaan status dari parkir yang tersedia dan sistem booking atau bayar parkir online.
  • Smart street lighting system merupakan salah satu penerapan teknologi IoT pada smart city yang berguna dalam upaya penghemat pemakaian listrik pada lampu jalanan kota, teknologi ini akan terintegrasi dengan lampu jalan yang nantinya bisa dikendalikan secara langsung melaluijarak jauh dan juga bisa memberikan notifikasi apabila sudah harus diganti langsung ke pusat pemerintahan ataupun dinas terkait. 

  • City Surveillance System, Teknologi IoT yang di terapkan pada smart city juga bisa berupa sistem pengawasan yaitu dengan pemasang cctv di berbagai titik, dan untuk mengoptimalisasi penggunaan cctv tersebut, teknologi IoT memungkinkan keseluruhan cctv bisa dipantau di sebuah tempat. Nantinya petugas tinggal mengawasi satu cctv center dan apabila ada suatu kejadian bisa langsung melakukan eksekusi.
  • Disaster Warning System, Indonesia memiliki beberapa kota yang sering berpotensi bencana. Penerapan teknologi IoT pada sistem kebencanaan bisa sedikit meminimalisir jatuhnya korban. Sudah seharusnya smart city mulai melakukan yang namanya pencegahan bencana dengan cara memasang sensor pada tempat-tempat yang memiliki potensi bencana alam. Teknologi yang biasa digunakan oleh smart city adalah Disaster Warning System yang merupakan sistem pintar yang terintegrasi sensor yang akan memberi peringatan keseluruh masyarakat apabila ada deteksi bencana.
  •  Sensor Kualitas Air, Teknologi sensor kualitas air merupakan salah satu penerapan IoT yang harus dimiliki oleh smart city. Menurut data sebuah kota bisa mengalami kerugian mecapai milyaran rupiah diakibatkan oleh adanya aktivitas bawah air dan kualitas air yang tidak terpantau secara langsung sehigga datang tiba-tiba. Dengan adanya sensor yang terpasang bisa membuat pemantauan air lebih efektif sehingga tidak lagi sebuah kota mengali kerugian yang begitu besar.


Sistem seperti ini sangat menarik dan akan sangat berguna apabila dapat diterapkan di seluruh daerah di Indonesia, tidak terbatas hanya perkotaan. Bagaimanapun, investasi untuk Smart City IoT lebih mahal daripada aplikasi software semata. Teknologi tersebut memerlukan CAPEX yang cukup besar berupa infrastruktur dan hardware. Oleh karena itu, “barrier to implement” atau halangan untuk menerapkan teknologi ini jauh lebih tinggi. Pemerintah Daerah tidak bisa hanya sendirian menerapkannya, melainkan harus bersama-sama dengan semua pihak termasuk pihak akademisi, swasta, dan komunitas guna membentuk suatu Smart City Ecosystem yang integrated and sustainable. Apabila para inovator dan teknopreneur dalam negeri diberi kesempatan untuk berkreasi dan berpartisipasi di ekosistem ini, maka Industri Rekayasa Elektronika Indonesia yang selama ini tertidur dan industri kreatif berbasis IT lainnya akan mendapatkan kesempatan untuk lebih berkembang. Mimpi untuk mewujudkan Silicon Valley di Indonesia akan menjadi kenyataan, mengingat potensi pasar, serta jumlah perkotaan dan pedesaan di Indonesia yang begitu besar.


Sumber:
https://medium.com/prasetyo-andy-w/bagaimana-sih-caranya-membuat-kota-saya-menjadi-smart-city-8a94dd694eb6

http://www.mltazam.com/2017/01/peranan-iot-dalam-membangun-smart-city.html

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Alam Buatan

WADUK SIGURA GURA, SUMATERA UTARA             Berawal dari rencana pemerintahan Hindia Belanda yang ingin memanfaatkan potensi danau Toba sebagai pembangkit listrik yang mengalami kegagalan akibat gejolak perlawanan yang terjadi di Indonesia, yang selanjutnya pada saat kedatangan pemerintah Jepang ke Indonesia, data-data yang ditinggalakan pemerintah Belanda diambil alih dan seterusnya dilanjutkan pembangunannya oleh Jepang.             Waduk Sigura-Gura atau disebut Bendungan Sigura-Gura adalah bendungan yang terletak 23,3 km dari hulu Sungai Asahan (Danau Toba), atau 8,8 km dari Bendungan Siruar atau 1 km di hilir Air Terjun Sigura-Gura. Bendungan ini merupakan bendungan terbesar di Indonesia setelah Bendungan Sutami. Bendungan ini berfungsi untuk menjamin ketersediaan volume air dan besarnya energi air yang diperlukan bagi pembangkit tenaga listrik di PLTA Sigura-G...